Tuesday, July 2, 2013

Mandiri: Terdepan, Terpercaya, Tumbuh Bersama Anda. Wekekekek :p

Saya punya teman yang baru aja masuk Bank Mandiri setelah bertahun-tahun kerja di swasta. Salah satu hal unik yang dilakukan di Bank Mandiri adalah meminta karyawannya untuk meneriakan slogan setiap habis briefing pagi:

Mandiri, Terdepan, Terpercaya, Tumbuh Bersama Anda!

Hehehe. Tentu saja buat teman saya ini adalah bahan buat diceritain ke temen-temennya termasuk saya. Jadiii, ketika saya berkunjung ke Bank Mandiri dan diminta untuk meneriakan yel “Mandiri Yes!” saat berfoto bersama, tentu saja ini jadi bahan buat diceritain balik ke teman saya itu. Ditambah lagi saat kami para peserta program yang udah kayak anak panti asuhan diundang baksos saat dikasih makan enak di Mandiri (beda sama menu makanan kami sehari-hari di pelatihan), saya pun mengucapkan terima kasih pada teman saya itu buat becandaan. Terus dia bilang: senang melayani anda, hidup spirit memakmurkan negeri, yang merupakan tagline Bank Mandiri yang lainnya. Hwehehehehe.

Yup, Bank Mandiri adalah bank milik pemerintah yang konon sudah mengalami transformasi besar-besaran dari segi manajemen, kultur serta brand. Akan tetapi buat teman saya yang biasa di swasta, tetap terasa sih nuansa “PNS”nya. Saya nggak kebayang terus terang, bagaimana suasananya dulu ketika belum berubah. Dalam presentasi dan diskusi dengan para Direksi Bank Mandiri (yang kesemuanya membuat saya kagum), diceritakan bagaimana transformasi tersebut terjadi. Wah, senang juga jadi dapat cerita di balik itu.
Selain itu peserta juga mendapatkan kesempatan jalan-jalan melihat ruang IT dan ruang server Bank Mandiri yang biasanya securitynya ketaattt banget, lalu menikmati tur di executive briefing center dengan mbak MC yang sangat luwes dan lucu (hebat yah, bank pemerintah mau menggunakan MC yang nggak kaku dan nggak jaim sama sekali begitu), dan last but not least ke treasury department dimana… saya malah ketemu teman saya yang lain! Nunik, teman saya dulu di UI sekarang kerja di marketing Bank Mandiri dan dari sekian banyak karyawan Mandiri, si Nunik itulah yang menjadi host dan menjelaskan tentang bagian treasury. Ya ampuuun, saya kaget dan kagum berat sama Nunik yang udah fasih ngomong soal perbankan (dealing, surat obligasi, forex, apalah segala macem). Padahal dia itu dulu di UI dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Hehehe, sekarang jadi fasih ngomong soal keuangan.

Lalu habis itu dilanjutkan dengan kuliah soal financial literacy. Hik hik terus terang saya buruk banget dalam hal ini. Semoga setelah mendapatkan materi soal ini di Mandiri jadi bisa memperbaiki habit-habit buruk yang saya miliki agar bisa mengelola keuangan dan nggak jatuh miskin di kemudian hari.


Anyway, seperti kata teman saya; terima kasih Bank Mandiri, hidup spirit memakmurkan negeri!

Monday, July 1, 2013

Aren’t you sick of bad presenters and people who spread hate through social media?

Berapa banyak presentasi buruk yang harus saya lalui dalam hidup saya? Gosh…I wish I can count it. Dan lebih buruk lagi, bahkan terkadang saya pun melakukannya! Gasp!

So, hari ini setelah mendapatkan materi pelatihan mengenai “Presentation with IMPACT” dari Teddy J. Sitepu, saya jadi malu sendiri kalau mengingat-ingat kesalahan-kesalahan presentasi yang saya buat, baik dari segi pembuatan power point maupun cara membawakannya kepada hadirin. Selain tips-tips presentasi, dalam pelatihan ini juga mendapatkan tips-tips desain yang saya butuhkan. Karena, lebih sering dari yang seharusnya, saya harus melakukan kegiatan-kegiatan mendesain yang padahal saya tidak pernah mempelajarinya dan terus terang juga gak punya bakat. Jadi beberapa “life hack” trick dalam mendesain yang didapat hari ini sangat membantu sekali, seperti misalnya website adobe kuler yang membantu memilih color scheme, lalu juga mengenai pemilihan font. Very nice tips.

Untuk materi pelatihan yang saya dapat selanjutnya yaitu mengenai personal branding dalam social media, terus terang kalau yang ini saya nggak gitu tertarik. Pembicaranya yaitu SEO Yunus (yep, that’s his brand in the social media), adalah orang yang ahli dan juga merupakan presenter yang baik. Hanya saja, bener-bener deh saya nggak minat jadi banci facebook apalagi twitter. Yang saya lakukan dengan facebook saya selama beberapa tahun terakhir: menolak semua friend request gak jelas, bahkan mendelete friend-friend nggak jelas, meng-unfollow semua teman-teman saya yang suka bikin status sampah ataupun yang suka “ngespam” alias bikin status tiap 2 menit sehingga newsfeed saya penuh sama dia semua. Profile facebook saya pun begitu private-nya sampai-sampai kalaupun ada orang yang punya alamat e-mail saya, dia gak akan bisa nyari profile saya kecuali udah ada mutual friend. Why? Because I had too many experience with freaks.


Jadi sorry sorry maap, saya secara mental mengaku aja nggak siap mental buat jadi seleb social media. Tapi satu hal bagus yang saya ambil dari sesi itu adalah bahwa untuk jangan menyebarkan kebencian lewat social media. Social media itu seperti pisau, bisa dipakai untuk ngiris roti atau nusuk orang.