Monday, July 1, 2013

Aren’t you sick of bad presenters and people who spread hate through social media?

Berapa banyak presentasi buruk yang harus saya lalui dalam hidup saya? Gosh…I wish I can count it. Dan lebih buruk lagi, bahkan terkadang saya pun melakukannya! Gasp!

So, hari ini setelah mendapatkan materi pelatihan mengenai “Presentation with IMPACT” dari Teddy J. Sitepu, saya jadi malu sendiri kalau mengingat-ingat kesalahan-kesalahan presentasi yang saya buat, baik dari segi pembuatan power point maupun cara membawakannya kepada hadirin. Selain tips-tips presentasi, dalam pelatihan ini juga mendapatkan tips-tips desain yang saya butuhkan. Karena, lebih sering dari yang seharusnya, saya harus melakukan kegiatan-kegiatan mendesain yang padahal saya tidak pernah mempelajarinya dan terus terang juga gak punya bakat. Jadi beberapa “life hack” trick dalam mendesain yang didapat hari ini sangat membantu sekali, seperti misalnya website adobe kuler yang membantu memilih color scheme, lalu juga mengenai pemilihan font. Very nice tips.

Untuk materi pelatihan yang saya dapat selanjutnya yaitu mengenai personal branding dalam social media, terus terang kalau yang ini saya nggak gitu tertarik. Pembicaranya yaitu SEO Yunus (yep, that’s his brand in the social media), adalah orang yang ahli dan juga merupakan presenter yang baik. Hanya saja, bener-bener deh saya nggak minat jadi banci facebook apalagi twitter. Yang saya lakukan dengan facebook saya selama beberapa tahun terakhir: menolak semua friend request gak jelas, bahkan mendelete friend-friend nggak jelas, meng-unfollow semua teman-teman saya yang suka bikin status sampah ataupun yang suka “ngespam” alias bikin status tiap 2 menit sehingga newsfeed saya penuh sama dia semua. Profile facebook saya pun begitu private-nya sampai-sampai kalaupun ada orang yang punya alamat e-mail saya, dia gak akan bisa nyari profile saya kecuali udah ada mutual friend. Why? Because I had too many experience with freaks.


Jadi sorry sorry maap, saya secara mental mengaku aja nggak siap mental buat jadi seleb social media. Tapi satu hal bagus yang saya ambil dari sesi itu adalah bahwa untuk jangan menyebarkan kebencian lewat social media. Social media itu seperti pisau, bisa dipakai untuk ngiris roti atau nusuk orang.

No comments:

Post a Comment