Berapa banyak presentasi buruk yang harus saya lalui dalam
hidup saya? Gosh…I wish I can count it. Dan lebih buruk lagi, bahkan terkadang
saya pun melakukannya! Gasp!
So, hari ini setelah mendapatkan materi pelatihan mengenai
“Presentation with IMPACT” dari Teddy J. Sitepu, saya jadi malu sendiri kalau
mengingat-ingat kesalahan-kesalahan presentasi yang saya buat, baik dari segi
pembuatan power point maupun cara membawakannya kepada hadirin. Selain
tips-tips presentasi, dalam pelatihan ini juga mendapatkan tips-tips desain
yang saya butuhkan. Karena, lebih sering dari yang seharusnya, saya harus
melakukan kegiatan-kegiatan mendesain yang padahal saya tidak pernah mempelajarinya
dan terus terang juga gak punya bakat. Jadi beberapa “life hack” trick dalam
mendesain yang didapat hari ini sangat membantu sekali, seperti misalnya
website adobe kuler yang membantu memilih color scheme, lalu juga mengenai
pemilihan font. Very nice tips.
Untuk materi pelatihan yang saya dapat selanjutnya yaitu
mengenai personal branding dalam social media, terus terang kalau yang ini saya
nggak gitu tertarik. Pembicaranya yaitu SEO Yunus (yep, that’s his brand in the
social media), adalah orang yang ahli dan juga merupakan presenter yang baik.
Hanya saja, bener-bener deh saya nggak minat jadi banci facebook apalagi
twitter. Yang saya lakukan dengan facebook saya selama beberapa tahun terakhir:
menolak semua friend request gak jelas, bahkan mendelete friend-friend nggak
jelas, meng-unfollow semua teman-teman saya yang suka bikin status sampah
ataupun yang suka “ngespam” alias bikin status tiap 2 menit sehingga newsfeed
saya penuh sama dia semua. Profile facebook saya pun begitu private-nya
sampai-sampai kalaupun ada orang yang punya alamat e-mail saya, dia gak akan
bisa nyari profile saya kecuali udah ada mutual friend. Why? Because I had too
many experience with freaks.
Jadi sorry sorry maap, saya secara mental mengaku aja nggak
siap mental buat jadi seleb social media. Tapi satu hal bagus yang saya ambil
dari sesi itu adalah bahwa untuk jangan menyebarkan kebencian lewat social
media. Social media itu seperti pisau, bisa dipakai untuk ngiris roti atau
nusuk orang.
No comments:
Post a Comment