Friday, June 28, 2013

Simbol dan Seremoni Kebangsaan: Nasionalisme?

Sampai SMP saya masih menerima yang namanya Penataran Pancasila. Sepanjang SMP dan SMA saya ikutan kegiatan ekstra kurikuler Paskibra, alias baris berbaris alias petugas upacara bendera. Serentetan simbol dan seremoni dan tak lagi dianggap penting dalam semangat “reformasi” kita. Ya, saya pun benci seremoni. Tapi seberapa pentingkah simbol dan seremoni bagi sebuah bangsa bernama Indonesia?


Menurut para ahli yang membedah nasionalisme, dikatakan bahwa simbol adalah perekat nasionalisme yang sangat penting. Maka kita punya Pancasila, maka kita merayakan hari kemerdekaan, maka kita punya lagu kebangsaan. Bukan hanya kita, tetapi setiap negara-bangsa membutuhkannya. Apalagi bangsa majemuk seperti Indonesia yang terdiri dari banyak bangsa yang bersama-sama melalui Sumpah Pemuda membentuk sebuah modern nation.


Hari ini saya diingatkan kembali mengenai nilai-nilai kebangsaan. Tentang Sumpah Pemuda. Tentang Bhineka Tunggal Ika. Tentang identitas kebangsaan. Sungguh menarik bagaimana Pak Imam Maksudi menggunakan kisah pribadinya untuk bisa mengantarkan materi mengenai nilai-nilai kebangsaan. Beliau adalah mantan tentara, orang Jawa, yang di masa mudanya dikirim ke Kalimantan. Di sana ia bertemu sang istri yang asli Kalimantan. Di sini pengalaman pribadi beliau mencerminkan sekali nilai Kebhinekaan.


Tak bisa terelakan, semangat nasionalisme dikobarkan melalui simbol. Simbol lah yang mendeskripsikan dan mendefinisikan Indonesia. Apakah Indonesia itu? Pancasila. Bhineka Tunggal Ika. Merah Putih. Tanpa kata-kata ini, kita tidak akan bisa menjelaskan Indonesia. Masalahnya apakah semua orang menyadari hal ini dan mau menerima kenyataan bahwa bangsa Indonesia sesungguhnya adalah komunitas terbayangkan seperti kata Benedict Anderson dan direkatkan hanya dengan simbol dan seremoni? Sedangkan begitu banyak sudah kaum muda yang mengeluhkan kewajiban untuk memegang simbol-simbol ini lagi. Saya ingin tahu, apakah anak-anak kecil sekarang seperti saya dulu yang bersemangat nonton upacara pengibaran bendera di istana? Barangkali tidak, jadi apakah yang mereka pegang sebagai nilai-nilai kebangsaan saat ini?


Hm...?


No comments:

Post a Comment