Sampai SMP saya masih menerima yang namanya Penataran
Pancasila. Sepanjang SMP dan SMA saya ikutan kegiatan ekstra kurikuler
Paskibra, alias baris berbaris alias petugas upacara bendera. Serentetan simbol
dan seremoni dan tak lagi dianggap penting dalam semangat “reformasi” kita. Ya,
saya pun benci seremoni. Tapi seberapa pentingkah simbol dan seremoni bagi
sebuah bangsa bernama Indonesia?
Menurut para ahli yang membedah nasionalisme, dikatakan
bahwa simbol adalah perekat nasionalisme yang sangat penting. Maka kita punya
Pancasila, maka kita merayakan hari kemerdekaan, maka kita punya lagu
kebangsaan. Bukan hanya kita, tetapi setiap negara-bangsa membutuhkannya.
Apalagi bangsa majemuk seperti Indonesia yang terdiri dari banyak bangsa yang
bersama-sama melalui Sumpah Pemuda membentuk sebuah modern nation.
Hari ini saya diingatkan kembali mengenai nilai-nilai
kebangsaan. Tentang Sumpah Pemuda. Tentang Bhineka Tunggal Ika. Tentang
identitas kebangsaan. Sungguh menarik bagaimana Pak Imam Maksudi menggunakan
kisah pribadinya untuk bisa mengantarkan materi mengenai nilai-nilai
kebangsaan. Beliau adalah mantan tentara, orang Jawa, yang di masa mudanya
dikirim ke Kalimantan. Di sana ia bertemu sang istri yang asli Kalimantan. Di
sini pengalaman pribadi beliau mencerminkan sekali nilai Kebhinekaan.
Tak bisa terelakan, semangat nasionalisme dikobarkan melalui
simbol. Simbol lah yang mendeskripsikan dan mendefinisikan Indonesia. Apakah
Indonesia itu? Pancasila. Bhineka Tunggal Ika. Merah Putih. Tanpa kata-kata
ini, kita tidak akan bisa menjelaskan Indonesia. Masalahnya apakah semua orang
menyadari hal ini dan mau menerima kenyataan bahwa bangsa Indonesia
sesungguhnya adalah komunitas terbayangkan seperti kata Benedict Anderson dan
direkatkan hanya dengan simbol dan seremoni? Sedangkan begitu banyak sudah kaum
muda yang mengeluhkan kewajiban untuk memegang simbol-simbol ini lagi. Saya
ingin tahu, apakah anak-anak kecil sekarang seperti saya dulu yang bersemangat
nonton upacara pengibaran bendera di istana? Barangkali tidak, jadi apakah yang
mereka pegang sebagai nilai-nilai kebangsaan saat ini?
Hm...?
No comments:
Post a Comment